Kenapa Bisnis Startup Bangkrut?

CB Blogger | December 1, 2022

Kenapa Bisnis Startup Bangkrut?

Sejumlah bisnis startup atau start-up bisa dibilang bangkrut. Usaha rintisan ini pun terpaksa gulung tikar dan PHM karyawan. 

Bahkan startup yang sudah menjadi "raksasa" unicorn pun PHK karyawan, mulai dari Facebook, Twitter, Microsoft, Shoopee, Gojek Tokopedia, hingga Ruang Guru. Setidaknya sudah 17 perusahaan startup yang PHK massal.

Apa sebabnya? Kenapa Bisnis Startup Bangkrut?

Mengutip Data Boks, kebanyakan startup memang gagal. Menurut CB Insight, salah satu alasan terbesar adalah kekurangan dana atau tidak bisa mendapatkan keuntungan (capital gain).

Sebanyak 38% startup gagal karena tidak ada uang. Selain itu, alasana utama yang melatarbelakangi perusahaan startup tidak bisa sukses adalah tidak ada kebutuhan pasar (35%).

Alasan startup gagal, yaitu:
  1. Kekurangan dana (38%)
  2. Tidak ada kebutuhan pasar (35%)
  3. Kalah dalam kompetisi (20%)
  4. Model bisnis yang cacat (19%)
  5. Masalah kebijakan atau legal (18%)
  6. Penetapan harga (15%)
  7. Tim yang tidak tepat (14%)
  8. Produk salah waktu atau pemasaran buruk (10%)
  9. Kualitas produk buruk (8%)
  10. Ketidakharmonisan tim dan investor (7%)
  11. Pivot yang gagal (6%)
  12. Burn out atau kelelahan (5%).
Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) saat ini di Indonesia terdapat 1.300 startup yang mengikuti program Gerakan Nasional 1000 Startup. Namun, hanya 10 persen yang sampai saat ini masih bertahan.

Menurut Kemenkominfo, startup di Indonesia mengalami kegagalan akibat faktor managerial, seperti kurangnya pengalaman dan visi jelas dari founder (lack of experience and vision) dan kurangnya fokus dalam menjalankan bisnis (lack of focus).

Menurut Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab fenomena musim gugur startup, salah satunya adalah kurangnya inovasi. 

"Kita lihat LinkAja, di mana seharusnya LinkAja mempunyai pertumbuhan yamg pesat mengingat dompet digital menjadi salah satu yang menonjol di masa sekarang ini. Namun mereka gagal bersaing karena tidak punya inovasi," kata Nailul dikutip iNews.

"Karena pada dasarnya produk yang dijual oleh stratup digital adalah inovasinya. Kalau menurut saya LinkAja gagal bersaing karena mereka tidak memiliki inovasi yang bagus dan juga tidak memiliki ekosistem yang kuat sih sebenernya," tambahnya. 

Selain itu, menurut Nailul, banyaknya startup yang gugur juga disebabkan oleh tidak seimbangnya jumlah startup dengan pendanaan atau suntikan dana yang diberikan oleh investor. Ia menyebut pendanan startup di Indonesia masih terbilang kecil. 

"Di Indonesia itu pendanaan di 2021 hanya Rp145 triliun. Bayangkan, AS itu ada Rp4.671 triliun, 2 kali lipat dari kita, di sini walaupun jumlah startup-nya banyak, mereka juga mendapatkan pendanaan yang cukup banyak. China dengan startup yang lebih sedikit pendanaannya sangat condong sekali, ada Rp 501 triliun total pendanaannya di 2021," tutur Nailul. 

Nailul memaparkan, ketika startup tumbuh terlalu cepat, namun lupa kalau sebenarnya stratup butuh pendanaan untuk bisa bersaing dan memberikan insentif kepada konsumen, maka yang terjadi adalah baku hantam natar startup. 

"Inilah pentingnya pendanaan bagi startup digital di Indonesia. Kita berharap pemerintah bisa melakukan sesuatu agar ekosistem startup di Indonesia jangan berlangsung terlalu cepat tapi tidak didukung dengan pendanaan yang kuat," ujarnya.

Nah, jelas ya, kenapa bisnis startup banyak yang bangkrut.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Show comments
Hide comments

0 komentar on Kenapa Bisnis Startup Bangkrut?

Post a Comment

 
Copyright © Tes Template. All rights reserved.
SEO Maxima Blogger Template by CB Blogger